Sebuah insiden kecelakaan laut yang masih dikenang hingga saat ini adalah peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 April 1912 yaitu, peristiwa tenggelamnya kapal Titanic yang merengut korban jiwa hingga 1,514 orang meninggal di perairan Atlantik Utara.
Penyebab tenggelamnya kapal penumpang raksasa bermesin uap tersebut hingga kini masih misteri dan banyak teori yang mencoba mengungkap kebenaran fakta kejadian setelah kapal Titanic tersebut meninggalkan pelabuhan Southampton, Inggris untuk melakukan pelayaran perdananya menuju New York, Amerika Serikat.
Salah satu teori yang menjadi penyebab utama dari insiden tenggelamnya kapal RMS Titanic milik White Star Line tersebut menabrak gunung es hingga mengakibatkan kebocoran pada lambung kapal seperti yang dituturkan dalam film Titanic.
Sedangkan teori lain yang dirilis oleh Robert Essenhigh dari universitas Ohio tahun 2004 merilis bahwa penyebab kegagalan pelayaran perdana RMS Titanic disebabkan api batubara yang tersimpan dalam penyimpanan batu dan menurutnya kapal Titanic telah mengalami kebakaran pada bunker batubara sejak kapal tersebut meninggalkan pelabuhan Southampton, Inggris tanggal 10 April 1912.
Banyak teori atau cerita yang berkembang mencoba memecahkan misteri penyebab utama tenggelamnya Kapal Titanic, akan tetapi yang lebih mendekati kebenaran kemungkinan seperti yang diungkap oleh Robert Essenhigh. Dimana fenomena umum kecelakaan pelayaran yang terjadi dimasa lalu disebabkan oleh batubara sebagai bahan bakar mesin uap sehingga alat transportasi laut saat ini tidak lagi menggunakan batubara dikarenakan lebih beresiko terjadinya kecelakaan.

RMS Titanic









